• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Ilmu Mantik

Mafhum dan Mashdaq

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
7 April 2023
in Ilmu Mantik
Waktu Baca: 3 menit baca
Source: https://muslimskeptic.com/2017/06/08/953/

Source: https://muslimskeptic.com/2017/06/08/953/

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Sebelumnya kita sudah membahas kulliy ditinjau dari berbagai sudut pandang, khususnya dari segi esensinya. Kali ini, kita akan membahas kulliy dari segi penunjukannya. Juga, pembahasan ini sangat penting, karena nanti akan membantu kita memahami ilmu tauhid, bahkan menjawab tuduhan-tuduhan aliran yang mengatakan bahwa Tuhan itu berbilang karena sifat-Nya yang berbilang. Itu bisa terjawab dengan pembahasan ini.

Pembahasan ini juga biasa dinamakan dengan mafhum dan mashadaq. Ada dua kata kunci di sini; 1) Mafhum. 2) Mashadaq atau mashdaq. Keduanya merupakan dalâlah yang dimiliki lafaz kulliy. Lantas, apa saja maksudnya? Berikut ulasannya.

Bagan Kulliy (Khusus Mafhum dan Mashdaq)

– Mafhum

Secara bahasa, mafhum berarti sesuatu yang dipahami dari sesuatu atau dalam bahasa Arabnya: mâ fuhima min syai’. Dari makna kebahasaan ini, kita bisa memahami dalâlah mafhum sebagai:

دلالة اللفظ على معناه الذي يفهم منه

“Penunjukan suatu lafaz atas makna yang dipahami dari lafaz tersebut.”

– Mashdaq

Secara bahasa, mashdaq berasal dari dua rangkaian kata yaitu mâ berarti sesuatu dan shadaqa berarti berlaku. Mashadaq juga bisa disebut dengan mashdaq atau mishdaq. Secara istilah:

الأفراد التي يتحقّق فيها معنى المفهوم

“Individu-individu yang diberlakukan kepadanya makna mafhum.”

Untuk lebih memahami keduanya, misalnya saja ketika disebutkan kata “motor”. Apa yang dipahami dari kata “motor” itu? Biasanya orang memahami kata “motor” sebagai kendaraan yang memiliki dua roda dan memiliki mesin.

Kemudian, kata “motor” ini mencakup individu-individu yang lain. Seperti misalnya motor Honda, Yamaha, Daihatsu, dan lain-lain. Cakupan inilah yang dinamakan dengan mashdaq.

Misalnya lagi, kata insan atau manusia. Sebagaimana yang sering kita dapati dalam buku-buku ilmu mantik bahwa yang kita pahami dari kata manusia atau mafhum dari kata manusia itu adalah haiwân nâthiq. Sedangkan yang dicakup oleh haiwân nâthiq seperti Mirwan, Mughni, Abdi, Malik, Catur, dan lain-lain adalah mashdaq.

Jika mafhum adalah sesuatu yang dipahami dari lafaz universal, maka mashdaq adalah sesuatu yang tercakup dari apa yang kita pahami dari mafhum itu. Seperti itu sederhananya.

Tapi, ada yang perlu dicatat bahwa mashdaq itu tidak harus juz’iy, dia bisa saja kulliy. Seperti kata haiwân yang menjadi kulliy bagi kata nathîq dan nâthiq ini juga menjadi kulliy bagi kata manusia. Maka, nâthiq ini menjadi mashdaq bagi kata haiwân.

Kemudian, mashdaq itu tidak harus ada di alam nyata. Selama sesuatu yang kita maksud itu memiliki mafhum, baik ia kulliy maupun juz’iy, maka pasti ia memiliki mashdaq. Entah itu di alam nyata ataupun ada di alam imajinasi saja. Seperti kata “tidak ada”, itu mencakup banyak mashdaq. Bisa seperti raksasa seperti di dalam beberapa serial film, tidak ada wujudnya di alam nyata. Kekuatan pusaran angin seperti di serial kartun, tidak ada wujudnya di alam nyata.

Maka dalâlah mafhum itu, penunjukan terhadap suatu lafaz terhadap suatu makna atau sifat dasar yang dipahami melalui lafaz tersebut. Mafhum itu pemahamahan, sedangkan mashdaq adalah cakupan.

Satu Kaidah Penting

كلما زاد المفهوم، نقص الماصدق. كلما زاد الماصدق، نقص المفهوم

“Setiap bertambahnya mafhum, maka mashdaq itu berkurang. Setiap bertambahnya mashdaq, maka mafhum berkurang.”

Ketika pemahaman kita terhadap sesuatu itu semakin meluas, maka cakupannya akan semakin berkurang. Sebaliknya, ketika pemahaman kita terhadap sesuatu itu menyempit, maka cakupannya semakin meluas.

Misalnya, ketika disebut penjual. Yang kita pahami dari kata penjual adalah orang yang melakukan aktivitas menjual. Mafhum kata penjual ini universal yang memiliki cakupan luas. Masih bisa mencakup penjual yang menjual pulsa, penjual yang ada di samping rumah, penjual baju bekas, penjual ember bocor depan rumah tentangga, dan lain-lain.

Beda halnya ketika sudah ditambahkan kata “buku”. Maka cakupannya akan semakin menyempit, karena mafhum-nya semakin luas. Ketika menjadi “penjual buku” maka penjual parfum, penjual ember bocor, penjual ayam jago, dan lain-lain selain penjual buku tidak masuk. Tapi, “penjual buku” ini juga masih memiliki mashdaq, tapi tidas seluas sebelumnya, seperti penjual buku di mall, penjual buku depan rumah, penjual buku dekat rumah tetangga, dan lain-lain.

Namun, kalau ditambah lagi kata “di depan rumah”, maka mashdaq–nya semakin menyempit dan mafhum-nya semakin luas. Ketika disebutkan “penjual buku depan rumah” maka penjual buku samping kiri rumah tetangga, penjual buku di mall, penjual buku di negara api, dan lain-lain sudah tidak masuk.

Sekali lagi, ketika mafhum-nya meluas, maka mashdaq-nya menyempit. Ketika mafhum-nya menyempit, maka mashdaq-nya meluas. Juga, keduanya memiliki hubungan yang terbalik (‘alaqah ‘aksiyyah). Kalau satunya bertambah, satunya berkurang, begitu juga sebaliknya.

Wallahu a’lam

Artikel Sebelumnya

Keterkaitan Kulliy dan Esensinya

Artikel Selanjutnya

Untuk Anakku yang Belum Lahir

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya
Untuk Anakku yang Belum Lahir

Untuk Anakku yang Belum Lahir

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.