–Pembagian Kalam-
قال مصنف ألآجرومية لإمام مجمد بن داود الصنهاجي–رحمه الله تعالى- :
وأقسامه ثلاثة اسم وفعل وحرف جاء لمعنى
“Bagian dari (Kalam) itu ada tiga yaitu isim, fi’il dan huruf yang mempunyai makna”
Penjelasan :
Pada artikel sebelumnya penulis telah menjelaskan apa pengertian dari kalam. Adapun pada artikel kali ini, penulis akan melanjutkan pada pembahasan pembagian kalam tersebut. Sebelum lebih jauh, penulis berharap teman-teman mengulangi apa yang telah kami tulis pada artikel sebelumnya agar mendapat pemahaman yang lebih biak pada artikel kali ini.
Pembagian kalam dalam bahasa Arab itu dibagi menjadi tiga yaitu isim, fi’il dan harf. Yang akan penulis jelaskan secara rinci dengan bahasa yang insya Allah mudah dipahami.
- الاسم (Al-Ism)
Bahasa mudah untuk memahami apa itu Isim adalah kata benda. Apa itu kata benda? Jika merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata benda juga disebut sebagai nomina yaitu kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, misalnya kata rumah adalah nomina (kata benda) karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah. Atau jika ingin lebih mudah memahaminya kata benda adalah semua yang bernyawa maupun tidak contoh hewan, tumbuhan, barang, pulpen, kipas, nama, warna, cahaya, dst.
Adapun isim dalam istiliah orang Arab adalah “kata yang menunjukkan makna walau hanya berdiri sendiri (bukan kalimat ataupun klausa) dan tidak terikat dengan waktu”. Contohnya seperti seseorang mengucapkan kata كتاب (kitab) maka otak kita dapat mengartikan kata tersebut dengan arti buku walau hanya satu kata alias tidak berbentuk kalimat ataupun klausa kemudian kita melihat bahwa kata buku itu mustahil berkaitan dengan waktu. Maka dari itu kata كتاب termasuk isim.
- الفعل (Al-Fi’il)
Dalam bahasa Indonesia biiasa disebut dengan verba. Apa itu verba? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Verba adalah kata yang menggambarkan proses, perbuatan, atau keadaan yang biasa disebut juga dengan kata kerja. Contohnya seperti kata makan, minum, berlari dst.
Adapun dalam bahasa Arab Fi’il (kata kerja) adalah “kata yang menunjukkan makna suatu kejadian walaupun hanya berdiri sendiri yang terikat dengan salah satu dari 3 macam waktu”, yaitu : ماضي (masa lampau),حال (masa sekarang) dan مستقبل (masa akan datang).
Fi’il (kata kerja) yang terjadi di masa lampau(ماضي) disebut sebagai الفعل الماضي (Al-Fi’il Al-Madhi) contohnya seperti kata كتب (kataba) yang memiki arti telah menulis. Kata tersebut diucapkan setelah seseorang selesai menuliskan sesuatu misal anda disuruh oleh guru anda untuk menulis semua yang tertera di papan tulis di kelas kemudian anda selesai menulis semua yang ada di papan tulis anda dapat mengatakanكتبت (katabtu) yang artinya saya “telah” atau sudah menulis. Berlaku juga untuk kata kerja lain misal:
Kata نَصَرَ (menolong), ضَرَبَ (memukul), جَلَسَ (duduk), دَرَسَ (belajar), لَعِبَ (bermain), نَامَ (tidur), نَظَرَ (melihat), سَمِعَ (mendengar), dst.
Fi’il yang terjadi di masa sekarang ((حال atau masa depan (مستقبل) disebut sebagai الفعل المضارع (Al-Fi’il Al-Mudhari’) contohnya seperti kata يكتب (yaktubu) yang memiliki arti “sedang” menulis. Kata tersebut diucapkan ketika seseorang sedang dalam proses tulis-menulis misal ketika anda melihat teman anda bernama Said sedang menulis sesuatu maka anda dapat mengatakan يَكْتُبُ سَعِيْدٌ yang artinya Said “sedang” menulis. Bentuk seperti ini juga berlaku pada kata kerja yang terjadi di masa depan misalnya ketika seseorang bernama Mujaddid marah kepada temannya Mughni dan ingin memukulnya maka dalam kasus ini kita dapat mengatakan يَضْرِبُ مُجَدّد المغني yang artinya Mujaddid akan memukul Mughni. Contoh fi’il mudhari’ lain:
Kata يَنْصُرُ (menolong)،يَضْرِبُ (memukul), يِجْلِسُ (duduk), يَدْرُسُ (belajar), يلْعَبُ (bermain), ينَامُ (tidur), يَنْظُرُ (melihat), يَسْمَعُ (mendengar), dst.
Fi’il yang terjadi di masa yang akan datang (مستقبل) sedetik setelah perintah atau tuntutan disebut dengan فعل الأمر (Fi’il Al-Amr) atau bahasa mudahnya kita sebut saja dengan “kata perintah” karena pekerjaan yang diperintahkan akan terlaksana beberapa masa setelah perintah tersebut. Contoh ketika ada guru anda yang memerintah anda dengan kata اكتب (uktub) yang artinya tulislah, maka anda akan melakukan kegiatan tulis-menulis tersebut “setelah” guru anda perintahkan. Fi’il al-Amr juga berlaku untuk kata lain seperti :
Kata انْصُرُ (tolonglah), اضْرِب, (pukulah), اجْلِسْ (duduklah), اُدْرُسْ (belajarlah), اِلْعَبْ (bermainlah), اُنْظُرْ (lihatlah), اِسْمَعْ (dengarlah), dst.
- الحرف (Al-Harf)
Jika kita melihat kembali ke matan maka kita akan mendapatkan ada frasa setelah kata حرف yaitu جَاءَ لِمَعْنًى yang artinya mempunyai arti “yang memiliki makna” kalimat ini disebutkan oleh penulis matan untuk membatasi bahwa huruf yang merupakan bagian dari kalam terbatas pada huruf yang memiliki makna. Karena dalam bahasa Arab, al-Harf itu ada 2 yaitu :
1). الحرف المبنى/ المباني (Al-Harf Al-Mabna) yaitu huruf yang membentuk suatu kata dan tidak memiliki makna. Misal kata زيد terdiri dari 3 huruf yaitu: الزي (al-Zay), الياء (al-Ya’) dan الدال (al-Dal). Nah ketiga huruf ini disebut sebagai huruf mabna karena membentuk kata “Zaid” dan masing-masing dari ketiga huruf ini tidak memiliki makna. Harf mabna ini juga biasa disebut sebagai huruf hijaiyyah.
2). الحرف المعنى/المعاني (Al-Harf Al-Ma’na) yaitu huruf yang memiki makna contohnya seperti مِنْ (dari), ب (dengan), أ (apakah), و (dan), dll. Huruf-huruf yang termasuk dalam kategori ini adalah huruf-huruf yang memiliki makna dengan syarat ia berada dalam bentuk klausa ataupun kalimat karena jika huruf bediri sendiri maka tidak bisa kita artikan. Adapun makna huruf dalam contoh yang saya tuliskan merupakan makna umum. Mengapa saya katakan tidak bisa diartikan kecuali ia berada dalam klausa atapun kalimat? karena huruf itu memiliki banyak makna contoh huruf مِنْ disebutkan dalam beberapa kitab memilki 11 makna yang tidak bisa ditentukan kecuali ia berada dalam suatu klausa ataupun kalimat. Dan penulis akan memberikan beberapa contoh diantaranya:
- سافرت من القاهرة (Saya safar mulai dari Kairo).
Kata مِنْ disini berarti الابتداء (permulaan).
- {قال تعالى :{ومن الناس من يقول آمنا بالله (Allah berfirman: “Dan diantara manusia ada yang mengatakan “kami beriman kepada Allah”).
Kata مِنْ disini berarti للتبعيض (sebagian).
- سأرحل من أول الشهر (Saya akan pergi di awal bulan)
Kata مِنْ disini berarti الظرفية (keterangan waktu atau tempat/di).
Inilah yang dapat penulis sampaikan pada artikel kali ini semoga bermanfaat.
Wallahu a’alam bi al-Shawab.








