• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Tasawuf

Wahdah Al-Wujȗd dan Mir Sayyid Syarif Al-Jurjani (Bag. 1)

Firmansyah Djibran Oleh Firmansyah Djibran
19 Juni 2024
in Tasawuf
Waktu Baca: 4 menit baca
Souce: https://www.sanglah-institute.org/2019/11/sufi-bukanlah-eskapisme.html

Souce: https://www.sanglah-institute.org/2019/11/sufi-bukanlah-eskapisme.html

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Salah satu model yang diperhitungkan untuk menjelaskan syuhȗdi ‘irfâni kesatuan adalah masalah wahdah al-syuhȗd. Dalam arti karena dominasi mahabbah atau dominasi cahaya wujud, keberadaan lain menghilang dari sudut pandang ‘ârif (‘irfân), dan ‘ârif (irfân) yang hanya menemukan satu hakikat dalam posisi ini, berpikir bahwa tidak ada manfaat dari tahaqquq yang lain, dan mengungkapkan intuisinya dalam bentuk proposisi “Wahdah haqîqah al-wujȗd”.

Model ini telah diperhatikan oleh Mir Sayyid Syarif, dan dari apa yang diungkapkannya pada hâsyiyah-nya atas Syarh Al-Tajrîd karya Khawaja Nashiruddin Al-Thusi, mengenai uraian lama dan juga dalam Risâlah Al-Wujȗd-nya, terlihat jelas bahwa ia prihatin dengan penjelasan tauhîd wujȗdi (monoteisme) eksistensial kaum mistik sufi, di satu sisi, dan di sisi lain, ia telah memahami dengan baik perbedaan antara kesatuan keberadaan (wahdah al-wujud) dan kesatuan intuisi (wahdah al-syuhȗd).

Jurjani, tampaknya telah merevisi hasyiyah-nya pada penjelasan deskripsi Tajrîd setelah menulisnya. Dalam beberapa kasus menulis hâsyiyah-nya, dan juga dua hâsyiyah pada hawâsyi-nya, disebutkan dalam tulisan tersebut dengan judul bagian pertama-, merujuk pada kesatuan intuisi (wahdah al-syuhȗd); Yang pertama, ia meremehkan otentisitas keabsahan mukâsyafah para sufi dalam ekspresi monoteisme eksistensial (tauhîd wujȗdi), dan mempertimbangkan kemungkinan masuknya penafsiran setan karena banyak kemunculannya.

Berikut ini beliau menyatakan bahwa dengan asumsi mukâsyafah, mungkin saja dominasi cahaya matahari yang menyebabkan bintang-bintang berkamuflase, dominasi cahaya wujud kebenaran atas maujȗdât, dalam syuhȗd-nya yang mana menjadi alasan diajukannya teori kesatuan eksistensi (wahdah al-wujȗd). Di hasyiyah kedua, sekali lagi, ia menyebutkan kemungkinan menambahkan wahdah antara syuhȗd al-wahdah dan katsrah al-haqîqi yang sebenarnya dalam kesadaran diri (nafs al-amr) berdasarkan wahdah al-syuhȗd.

Menurut khabar yang diperoleh Jurjani sendiri, ia berbagi teori kesatuan intuisi (wahdah al-syuhȗd) dengan salah satu sufi. Dikatakan:

چون آفتاب طالع می‌شود، نور وی بر دیده‌های سر غلبه می‌کند، چنانکه هیچ ستاره نتواند دید، با آنکه ستارگان بسیار بالای افق موجودند. پس چرا نشاید که انوار بر دیدۀ دل غلبه کند؛ چنانکه هیچ یک از مخلوقات را نتوان دید یا آنکه موجود باشند به‌طریق حقیقت، نه به‌طریق توهم و خیال؟». شخص صوفی، در پاسخ او می‌گوید : این احتمال در مرتبۀ عقل موجود است؛ لکن ما را به مکاشفه و مشاهده محقق شده است که غیر ذات حق تعالی موجود نیست، الا به طریق تخیل و مجاز؛ پس آن احتمال پیش ما اعتبار ندارد». و صوفی در ادامه سخن خود اشاره می‌کند که عقل را مجال ادراک اسرار توحید، کماینغی نیست

“Ketika matahari terbit, cahayanya melebihi penglihatan kepala, sehingga tidak ada bintang yang dapat melihat, meskipun terdapat bintang-bintang jauh di atas cakrawala. Jadi, mengapa tidak membiarkan cahaya mengalahkan penglihatan hati; karena tidak ada satu pun makhluk yang dapat dilihat, atau bahwa mereka ada melalui kebenaran, bukan melalui ilusi dan imajinasi? Kata orang sufi dalam jawabannya “Kemungkinan ini ada pada tingkat nalar aql al-maujȗd.” Namun, kami telah menyadari melalui mukâsyafah dan musyâhadah bahwa tidak ada yang lain selain hakikat Dzat Wajib Al-Wujud, kecuali melalui imajinasi dan majaz. Jadi kemungkinan itu tidak berlaku dihadapan kita.” (Al-Jurjani, 1373: 137).

Telaah Kritis Interpretasi Jurjani tentang Wahdah Al-Wujȗd dan Kastrah Al-Wujȗd

Saya melihat bahwa Al-Jurjani menyebutkan dalam argumennya, (1) Objektivitas keberadaan (‘ain al-wujȗd), di sebabkan karena perbedaan dari mâhiyah dan kebutuhan mâhiyah akan wujud untuk menemukan ‘ainiyât, juga;

(2) Ia mengemukakan obyektivitas wujud dengan hakikat wujud yang hakiki. Setelah itu, ia menetapkan obyektivitas wujud dan menganggap wujud sebagai suatu persoalan yang hakikatnya sendiri dan basîth. Oleh karena itu, ia menilai ‘arafa yang menggunakan istilah maujȗd yang berarti “esensi yang wujud” tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Di sisi lain, hasil pembuktian tauhid dan wujȗd Ibnu Sina diperluas pada eksistensi juga, dan ia mengingkari superposisi wujȗdi pada mâhiyah, karena qâ’im bi al-dzât (berdiri dengan dzat-nya) sebuah wujud melekat pada dirinya sendiri dan penerapan eksistensi (maujȗdiyyât) pada esensi tersebut, hanya tunduk pada atribusi mereka pada keberadaan tunggal (al-wujȗd al-wâhid).

Berdasarkan landasan yang diambil dalam pembahasan ontologis, apakah ontologi didasarkan pada istilah linguistik (Tabrizi, 1386: 66-67) atau ontologi yang mengabaikan istilah linguistik. Beberapa kritik dapat dilakukan terhadap versi Jurjani, seperti yang dikemukakan Alauddin Ali Thusi. (w. 877 H) telah mengkritik argumen ini berdasarkan validitas keberadaan (Tosi, 2004: 118-119). Ghoshji (w. 879 H) telah menantangnya berdasarkan objektivitas eksternal dari keberadaan dan sifat objek tertentu [xiv] (Qaushaji, 1393: 1/302). Begitu juga Ghiyasuddin Mansour Dashtaki (w. 928 H) telah mempertanyakan validitas argumen ini berdasarkan keabsahannya (Dashtaki, 1385: 781). Gambaran yang diperoleh jorjani dari kesatuan eksistensi dan pluralitas eksistensi.

Artikel Sebelumnya

Makna Wahdah Al-Wujȗd

Artikel Selanjutnya

Wahdah Al-Wujȗd dan Mir Sayyid Syarif Al-Jurjani (Bag. 2)

Firmansyah Djibran

Firmansyah Djibran

Nama lengkapnya Djody Firmansyah, kelahiran Palu, Sulawesi Tengah. Alumni dari Pondok Pesantren Al-Khairat Madinatul Ilmi Dolo, Tadulako University (Spesialisasi Bahasa Inggris), Al-Musthafa International University Iran (Spesialisasi Teologi dan Filsafat), baik di Strata Satu (S1) Strata Dua (S2). Adapun pengalaman organisasi: Assosiation of Islamic Students University (HMI Palu, 2013), DEO (Developing English Organization) Central Sulawesi (2014), LDK UPIM Untad (Lembaga Dakwah Kampus-Unit Pengkajian Islam Mahasiswa Universitas Tudolako) Koord. Bid. PTQ dan S1 Pengembangan Tilawah Al-Qur'an dan Seni Islam (2014), Lembaga Kesenian Perkusi Universitas Tadulako Bid. Seni Islam (2013), IPI Iran/PPI Iran Bid. Kajian Strategis (2017), PPI Dunia (OISAA) Bidang Sosial dan Budaya (2018), dan KAHMI Iran (2022).

Artikel Selanjutnya
Wahdah Al-Wujȗd dan Mir Sayyid Syarif Al-Jurjani (Bag. 2)

Wahdah Al-Wujȗd dan Mir Sayyid Syarif Al-Jurjani (Bag. 2)

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.