• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Tasawuf

Wahdah Al-Wujȗd dan Mir Sayyid Syarif Al-Jurjani (Bag. Akhir)

Firmansyah Djibran Oleh Firmansyah Djibran
22 Juni 2024
in Tasawuf
Waktu Baca: 3 menit baca
Source: https://khazanah.republika.co.id/berita/q032lk320/rusia-tasawuf-dan-tarekat-sufi-penghalang-laju-radikalisme

Source: https://khazanah.republika.co.id/berita/q032lk320/rusia-tasawuf-dan-tarekat-sufi-penghalang-laju-radikalisme

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Masalah Kedua: Premis Inkonsisten

Di awal pernyataannya, Al-Jurjani menyatakan bahwa setiap mâhiyah, selama al-wujȗd tidak melekat padanya, tidak akan mendapat manfaat dari realisasi objektif (tahaquq ‘ain). Berdasarkan hal tersebut, ia mendasarkan argumennya pada landasan asimilasi atau non-asimilasi wujud terhadap mahiyah.

Namun di akhir pernyataannya, ia menyatakan bahwa keberadaan (maujȗdiyât) setiap mahiyah tidak melalui konkritnya, melainkan melalui keterkaitan non-identifikatif (majhȗl al-kaifiyyah) pada hakikat wujud. Jika asimilasi wujud dengan mâhiyah itu tidak terjadi, maka premis yang mendasari dalil tersebut adalah premis yang salah, dan jika tidak dimustahilkan, maka klaimnya tentang ketidakmungkinan asimilasi wujud dengan mâhiyah, tidak sah.

Masalah Ketiga: Redaksi Ambigu

Al-Jurjani memperkenalkan dalil pelepasan eksistensi (al-maujȗdiyât) pada kemungkinan (imkanât) sebagai atribut non-identifikatif mereka kepada Tuhan. Pertanyaannya, apakah atribusi ini menyebabkan sesuatu ditambahkan pada  mâhiyah atau tidak? Jika tidak memungkinkan, maka mâhiyâh tersebut tidak boleh melampaui batas kemungkinan. Di sebabkan ketiadaan illat, maka ia mustahil karena sesuatu yang lain (mumtani’ bi al-ghair) dan kesimpulannya tersisa sebuah ketiadaan (ma’dȗm).

Namun jika ada sesuatu yang ditambahkan padanya, kita mempertanyakan apakah status al-wujȗd itu sendiri ada atau tidak? Jika dikatakan ada, maka keberagaman diterima dalam wujud yang partikular (khas). Jika sesuatu yang menjadikan deretan mâhiyah itu ada ternyata tidak wujud, dan kita katakan bahwa kita tidak tahu apa itu, maka dalam hal ini secara faktual, kita anggap sebagai keumuman dari sebuah wujud yang bertentangan dengan klaim tauhîd wujȗdi yang menganggap realitas bahwa kewujudan adalah hal khusus milik Tuhan.

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh penjelasan yang lalu, jelaslah bahwa penjelasan rasional tentang tauhîd wujȗdi adalah salah satu perhatian pemikiran terpenting Al-Jurjani. Mengingat realitas keberagaman adalah suatu sudah jelas dengan sendirinya (badâhi), ia tampaknya menemukan pertentangan antara tauhîd wujȗdi ‘irfâni  dan badâhi ‘aqli.

Oleh karena itu, ia mencoba menafsirkan temuan urafa mengenai wahdah al-wujȗd sebagai dominasi cahaya wujud dan menafsirkan kamuflase maujȗdât lain sehingga hasilnya wujȗd syakhshi yang tidak mencapai ke-wujud-an. Tidak ada bentuk pertentangan antara syuhȗdi ‘irfâni dan badâhi al-‘aqli.

Namun seperti yang dia nyatakan sendiri, urafa tidak menerima penafsiran syuhȗdi ‘irfani mereka seperti itu. Al-Jurjani menilai pemahaman tauhîd wujȗdi ‘irfâni jauh melampaui akal sehat.

Pembelaannya terhadap tauhîd wujȗdi adalah dengan mempertahankan konsep eksistensi beragam (maujudiet katsrat), disertai dengan pengetahuan bahwa pembacaan tauhîd wujȗdi seperti itu tidak diinginkan oleh para urafa. Hal ini disajikan dalam bentuk argumen. Tapi, argumennya disertai dengan beberapa kekeliruan yang membuat pembelaannya tidak berhasil. Masalah terpenting yang mempengaruhi argumennya adalah:

1) Pertama, dalil penolakan terealisasinya Wâjib Al-Wujȗd. Kedua, wujud sebagai dzat al-wâjib itu sendiri, tidak menjadi dalil penolakan terealisasinya wujud yang lain, melainkan hanya sekadar membuktikan adanya keterbilangan dalam wujud dan immaterialitas (be mahiyyet).

2) Landasan argumen Al-Jurjani didasarkan pada asimilasi atau non-asimilasi al-wujȗd terhadap mâhiyah. Namun, pada akhirnya ia mengingkari maujȗdiyât setiap mâhiyah dengan cara mengasimilasikan wujudnya dengan mâhiyah. Sedangkan jika asimilasi wujud dengan mâhiyah itu mustahil, maka premis yang mendasari dalil tersebut, keliru. Jika tidak mustahil, maka maka klaimnya tidak sah. Mengasimilasikan wujud dengan mâhiyah adalah batil.

3) Beliau tidak memberikan penjelasan yang cukup mengenai hakikat sifat wujud dan beliau membatasi diri pada menyatakan bahwa sifat tersebut non-identifikatif.

Terlepas dari benar atau salahnya argumen yang disampaikan Al-Jurjani, upayanya dalam menjelaskan tauhîd wujȗdi ‘irfâni dan membedakannya dari wahdah al-wujȗd, sangatlah penting. Dan kesaksian banyak pemikir setelah pernyataannya mengenai hal ini, memberikan kesaksian yang baik tentang posisi historis Al-Jurjani.

Wallahu a’lam bi al-shawâb

Artikel Sebelumnya

Nahi Mungkar, Ada Seninya!

Artikel Selanjutnya

Mengenal Hukum Kontradiksi dan Ketentuannya

Firmansyah Djibran

Firmansyah Djibran

Nama lengkapnya Djody Firmansyah, kelahiran Palu, Sulawesi Tengah. Alumni dari Pondok Pesantren Al-Khairat Madinatul Ilmi Dolo, Tadulako University (Spesialisasi Bahasa Inggris), Al-Musthafa International University Iran (Spesialisasi Teologi dan Filsafat), baik di Strata Satu (S1) Strata Dua (S2). Adapun pengalaman organisasi: Assosiation of Islamic Students University (HMI Palu, 2013), DEO (Developing English Organization) Central Sulawesi (2014), LDK UPIM Untad (Lembaga Dakwah Kampus-Unit Pengkajian Islam Mahasiswa Universitas Tudolako) Koord. Bid. PTQ dan S1 Pengembangan Tilawah Al-Qur'an dan Seni Islam (2014), Lembaga Kesenian Perkusi Universitas Tadulako Bid. Seni Islam (2013), IPI Iran/PPI Iran Bid. Kajian Strategis (2017), PPI Dunia (OISAA) Bidang Sosial dan Budaya (2018), dan KAHMI Iran (2022).

Artikel Selanjutnya
Mengenal Hukum Kontradiksi dan Ketentuannya

Mengenal Hukum Kontradiksi dan Ketentuannya

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.