• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Ilmu Kalam

Untuk Sang Anak; Risalah Tauhid

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
8 April 2023
in Ilmu Kalam
Waktu Baca: 4 menit baca
Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-pemandangan-awan-pada-siang-hari-2909077/

Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-pemandangan-awan-pada-siang-hari-2909077/

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Bismillah, wa bihi nasta’în

Anakku, jika engkau membaca tulisan ini, maka engkau termasuk orang beruntung di dunia. Karena engkau akan membaca intisari dari jutaan kitab tauhid yang ada di dunia. Jika engkau membaca kitab tauhid suatu hari nanti, maka engkau akan menemukan inti yang sama dengan tulisan ini; bertemu dalam kalimat syahadat; “Asyhadu an lâ ilaha illallah wa asyhadu anna muhammad rasulullah”

Duhai anakku, ketahuilah bahwa hal pertama yang wajib bagi segenap manusia adalah mengetahui Tuhan. Sebab, jika engkau tidak mengetahuinya, maka imanmu akan diperselisihkan. Ingatlah wahai anakku, keluar dari perbedaan pendapat adalah hal yang sangat dianjurkan. Maka, jalanmu adalah mengetahui Tuhan; baik itu wajib bagi-Nya, mustahil, maupun jâ’iz. Hal yang sama juga berlaku bagi para Rasul, mereka memiliki sifat wajib, mustahil, dan jâ’iz. Ketika engkau menerima apapun yang datang dari Tuhan maupun Rasulullah Saw., maka engkau pasti menerima konsekuensinya; tentang hari akhir, kitab-kitab samawi, dan takdir. Karena iman itu satu kesatuan yang tidak terpisah.

Anakku, keimanan itu bukan doktrin dari pemikiran kolot nan kuno, pun bukan buatan manusia. Tapi, keimanan itu murni ajaran agama. Keimanan itu ada karena akal manusia tidak mampu mencerna sesuatu yang lebih besar. Tidak bisa juga dikatakan tidak logis. Karena perkara keimanan tidak ada yang bertentangan dengan hukum akal. Semuanya dipercaya oleh akal sebagai sesuatu yang benar. Hanya saja tentang prosedur dan detailnya, akal tidak bisa menangkapnya.

Anakku, ketika engkau bertanya “Jika Tuhan ada, di mana dia?” Jawabannya, dia tidak bertempat, tidak juga diliputi waktu. Sebab, Dialah pencipta keduanya. Dia ada bersama hamba-hamba-Nya. Bahkan, Dia menyatakan bahwa Dia selalu mengijabah doa-doa hamba-Nya dalam firman-Nya. Dia mendengar jeritan hati dan penderitaan kala engkau melantunkan doa. Dia juga melihat hati hamba-Nya yang memohon pertolongan kepada-Nya. Dia juga yang mengizinkan kita hidup dan menikmati segala nikmat-Nya. Ketahuilah, yang seperti ini pasti Maha Hidup.

Anakku, jika engkau bertanya “Jika Tuhan ada, kenapa saya tidak melihatnya?”, Ingatlah, bahwa ketika engkau tidak mampu melihat sesuatu, bukan berarti sesuatu itu tidak ada. Ingatkah engkau kilauan matahari siang hari? Apakah engkau mampu melihatnya? Jika engkau bisa melihatnya, berapa lama engkau bertahan menatapnya? Anakku, jika matahari ciptaan-Nya saja tidak mampu engkau lihat, bagaimana dengan Dia yang lebih dari matahari?

Anakku, Tuhan itu tidak pernah bersembunyi, tidak lari, tidak pula hilang lalu tampak. Dia ada, tapi mata manusia tidak sanggup untuk menangkapnya. Mata manusia itu fana, sedangkan Dia itu Maha Kekal. Bagaimana mungkin fana bisa melihat Yang Maha Kekal? Suatu saat, Tuhan mengganti mata manusia dengan mata yang kekal. Dengan begitu, mereka bisa melihat yang Maha Kekal.

Anakku, jika engkau mempertanyakan keberadaan Tuhan, ingatlah bahwa keberadaan Tuhan terlalu jelas untuk dibuktikan. Bahkan, keberadaan kitalah yang lebih layak diragukan, Nak. Bagaimana tidak, Dia adalah ada yang niscaya, sedangkan keberadaan kita tidak niscaya. Bagaimana mungkin kita mempertanyakan sesuatu yang niscaya?

Anakku, tidakkah engkau melihat deretan semesta ini? Bagaimana mungkin semesta ini ada tanpa ada yang menciptakannya? Jika ada yang menyatakan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh dirinya, bagaimana mungkin semesta menciptakan sementara semesta itu sendiri tidak ada? Pasti ada sesuatu yang lain yang menciptakan. Nak, lihatlah langit itu. Apa jadinya jika rentetan penciptaan itu tidak berhenti sampai Tuhan? Alam ini tidak akan pernah ada, Nak. Jika engkau bertanya “Siapa yang menciptakan Tuhan?” Ingatlah anakku, Tuhan itu tidak diciptakan, tapi Dia yang menciptakan. Karena dia ada tanpa membutuhkan sesuatu yang lain.

Anakku, jika engkau bertanya “Kenapa Tuhan itu satu?”, apa jadinya jika Tuhan memiliki rekan dalam menciptakan semesta? Jika keduanya bekerja sama dalam menciptakan semesta, bagaimana jika rekan Tuhan meninggalkan Tuhan? Jika Tuhan masih mampu menciptakan semesta sendirian, maka rekan Tuhan tidak dibutuhkan. Tapi, jika Tuhan memerlukan rekan-Nya, berarti Tuhan itu lemah. Tidak mungkin Tuhan itu nganggur dan tidak mungkin pula Tuhan itu lemah. Maka keesaan Tuhan menunjukkan kekuasaan-Nya.

Anakku, jika engkau bertanya “Bagaimana bentuk Tuhan?” Ingatlah bahwa apapun yang muncul di pikiranmu tentang Tuhan, itu pasti bukan Tuhan. Karena jika Tuhan serupa dengan makhluk, maka Tuhan menduduki hukum keserupaan dengan makhluk. Nak, makhluk itu diciptakan, sedangkan Tuhan yang menciptakan. Bagaimana mungkin Tuhan serupa dengan ciptaan yang ada di pikiranmu? Tinggalkanlah bayangan-bayangan dalam pikiranmu, karena itu pasti bukan Tuhan.

Anakku, Tuhan itu memiliki banyak utusan. Mereka adalah orang-orang yang dipercaya dan mereka pembawa kabar gembira. Karena mereka adalah orang yang jujur dan tidak pernah berbohong. Bahkan, riwayat menyatakan bahwa orang yang membenci mereka tidak ragu untuk menitipkan hartanya kepada mereka. Juga, mereka adalah orang yang cerdas. Karena tidak mungkin mereka memegang misi besar, sedangkan mereka tidak memiliki kecerdasan yang siap untuk itu. Nak, Tuhan tidak naif mengutus sosok yang lemah mental dan memiliki penyakit yang membuat orang takut kepada mereka. Justru mereka adalah orang-orang yang berparas ideal dan berkarakter.

Anakku, para Nabi itu bukanlah orang egois yang menyembunyikan hidayah. Mereka adalah orang yang sangat dermawan memberikan pengetahuan. Bagaimana mungkin kita melihat ulama hari ini jika Nabi itu menyembunyikan sumber pengetahuan para ulama? Bagaimana ulama menjadi ulama jika mereka tidak memiliki wawasan keagamaan dan nalar yang kuat? Tapi, engkau bisa menyaksikan ulama. Berarti sumbernya itu jujur, amanah, tidak menutup-nutupi kebenaran, dan cerdas.

Anakku, Tuhan menguji manusia. Tapi, di saat yang sama, Tuhan justru memiliki Sifat Maha Penyayang. Engkau perlu ingat bahwa Tuhan Maha Absolut; bebas ingin melakukan apa saja selama itu layak bagi-Nya dan tidak menciderai kesempurnaan-Nya. Begitupun dengan Nabi yang bisa juga mengalami sakit, sebagaimana manusia pada umumnya. Tapi, karena Nabi itu adalah orang pilihan, maka mereka tidak pernah mengalami penyakit parah.

Anakku, jika engkau sudah selesai mengamini keberadaan Tuhan dan Nabi beserta sifat-sifatnya, maka konsekuensinya adalah engkau mengamini apapun yang datang dari kedua-Nya.

Anakku, ada yang mempelajari tauhid, tapi ilmunya hanya membuat hatinya keras, alih-alih menambah keimanan. Mereka adalah orang yang hatinya kering. Padahal, sejatinya ilmu tauhid itu tidak dirancang untuk mengeringkan hati. Misi utama ilmu tauhid adalah afirmasi akidah dan membantah syubhat jika itu ada. Bukan ilmu yang dipakai untuk membanggakan diri ataupun mencari tenar.

Anakku, keimanan adalah langkah pertama. Jangan berpikir bahwa engkau sudah mendapatkan segalanya begitu selesai dari ilmu tauhid. Engkau butuh belajar tentang kelembutan hati dan menggapai kebenaran yang tidak pernah engkau dapatkan. Karena ada kebenaran yang bisa ditangkap oleh intuisi hati, tidak mampu ditangkap akal ataupun dibahasakan. Inilah jalan yang ditempuh oleh para pecinta Tuhan. Sekian.

Ayahmu, Muhammad Said Anwar

Artikel Sebelumnya

Keterkaitan Dua Kulliy

Artikel Selanjutnya

Haruskah Berakit-Rakit Dahulu?

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya
Haruskah Berakit-Rakit Dahulu?

Haruskah Berakit-Rakit Dahulu?

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.