Hadis: Agama adalah Nasihat
عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْمِ بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رضي اللّٰه عنه، أنَّ النَّبِيَّ صلى اللّٰه عليه وسلم قال: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ. قُلْنَا : لِمَنْ؟ قَالَ: لِلّٰهِ، وَلِكِتَابِهِ، وَلِرَسُوْلِهِ، وَلِأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رواه مسلم
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Al-Dari Ra, bahwa Nabi Saw. bersabda: “Agama itu Nasihat”. Kami (para sahabat) bertanya: “Untuk siapa?” Beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya”.
Di dalam matan Al-Arba’in Al-Nawawiyyah hadis ini salah satu hadis yang pendek. Tapi faidah yang didapatkan sangatlah besar pengaruhnya dikehidupan kita terutama kaum muslimin.
Hadis ini memberitahukan kepada kita lima sumber nasehat yaitu dari Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin itu sendiri.
Pentingnya nasihat berada ditengah-tengah kita semua untuk menyadarkan atau pun mengarahkan kita kembali kepada jalan Allah yang sebenarnya. Tapi terkadang nasehat itu tidak diterima oleh pendengar karena bisa saja waktu, tempat atau cara menyampaikan yang kurang baik sehingga si pendengar tidak menerima baik.
Sebaiknya orang yang menasehati itu adalah orang yang sudah layak dalam sisi keilmuan, pengalaman maupun pengamalan. Dari segi pendekatan pun juga penting dan kalau perlu berbicara dengan empat mata adalah jalan yang paling tepat untuk menasehati seseorang karena tentu jika melalui selain cara ini bisa saja berakibat negatif atau pun ditanggapi buruk. Dampaknya, nasihat tidak tersampaikan dengan baik. Tapi jika cara tersebut sudah ditempu maka usaha untuk menyampaikan kebaikan sudah cukup sampai disitu.
Dalam surah Al-‘Asr ayat tiga Allah berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ








