• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Ilmu Kalam

Benarkah Tuhan Tidak Bisa Dilogikakan?

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
21 September 2022
in Ilmu Kalam
Waktu Baca: 3 menit baca
Source: https://www.freepik.com/free-photo/teenage-girl-with-praying-sunny-nature_3952255.htm#query=god&position=3&from_view=search

Source: https://www.freepik.com/free-photo/teenage-girl-with-praying-sunny-nature_3952255.htm#query=god&position=3&from_view=search

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Ada sebuah ajaran yang sudah diamini secara luas di masyarakat, termasuk kaum pelajar dan tokoh agama sendiri bahwa Tuhan itu tidak bisa dilogikakan. Ini menunjukkan bahwa kebesaran Tuhan itu tidak bisa ditampung oleh akal yang terbatas. Tujuan dari ajaran ini agar tidak banyak pertanyaan aneh-aneh seputar Tuhan plus membingungkan atau memunculkan spekulasi-spekulasi liar. Tapi di saat yang sama, ajaran ini juga bisa membuat sebagian agamawan membisu ketika ditanya tentang Tuhan.

Kalau berbicara tentang Tuhan di era berkembangnya sains, sudah banyak klaim yang bermunculan seputar peran Tuhan yang digantikan dengan sains. Karena pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan dengan yang belum diketahui selalu dijawab dengan “Kehendak Tuhan” pada zaman dulu dan tidak relevan lagi dengan zaman kita, sudah dijawab dengan sains. Ditambah ajaran “Tuhan tidak bisa dilogikakan” ini akan menjadi senjata bagi mereka yang tidak percaya Tuhan dengan tuduhan dogma buta.




Namun, saya melihat hal lain. Saya melihat bahwa ajaran atau statmen seperti ini perlu dibedah ulang dengan melakukan detailisasi dari setiap kata kunci yang ada. Misalnya dengan meninjau kembali maksud dari “Tidak bisa dilogikakan”. Sebab, jika ini diulang-ulang tanpa meninjau kembali, maka orang akan mengira Islam adalah dogma buta yang tidak bisa dibuktikan dengan argumen. Sehingga kalau kita mulai menyentuh ranah ilmu kalam atau ilmu akidah, mereka mengira kalau ini adalah hal yang tabu.

Padahal, sejatinya Tuhan sendiri memerintahkan kita berpikir, bahkan para ulama kita menyusun buku berjilid-jilid seputar akidah yang setiap jengkal pembahasannya bisa dibuktikan secara ilmiah dan rasional.

Pemaknaan

Ketika mendengar frasa “Tidak bisa dilogikakan”, di sini ada dua kemungkinan makna yang terkandung. Pertama, akal mengetahui hakikat Tuhan sebagaimana adanya. Kedua, akal mengetahui eksistensinya melalui nalar sehat dan hukum akal.

Jika makna dari frasa “Tidak bisa dilogikakan” adalah yang pertama, maka saya sepakat bahwa Tuhan tidak bisa dilogikakan. Sebab, akal sangat terbatas untuk mengetahui hakikat Tuhan yang tidak terbatas. Sampai ulama akidah membuat suatu ungkapan yang unik: “Al-‘ajz li al-ma’rifah ma’rifah” (Ketidakmampuan dalam mengetahui Tuhan adalah bentuk pengetahuan kita terhadap Tuhan). Artinya, pengetahuan yang kita paling mentok tentang Tuhan adalah kita tidak mengetahui hakikat Tuhan.

Adapun jika yang dimaksud adalah makna yang kedua, maka saya sepakat bahwa Tuhan itu bisa dilogikakan. Sebab, nalar yang sehat pasti akan mengamini keberadaan Tuhan. Bagaimana mungkin kita menerima bahwa alam semesta ini ada sekonyong-konyong tanpa ada yang mengadakannya? Atau paling tidak, bagaimana mungkin sesuatu di alam semesta ini ada tanpa adanya penyebab? Tentu akal akan meniscayakan adanya penyebab dari keberadaan sesuatu itu. Pada tulisan sebelumnya juga saya telah menyinggung bahwa saking jelasnya keberadaan Tuhan menurut ulama akidah, sampai mereka mengistilahkan Tuhan dengan wâjib al-wujȗd. Dengan kata lain, akal mustahil menerima ketiadaan Tuhan.

Titik Masalah

Kalau melihat dua pemaknaan di atas, seolah-olah saya mengambil sikap yang kontradiktif. Sebab, pada satu sisi saya mengatakan ya, di sisi yang lain saya mengatakan tidak. Jelas ini kontradiktif. Tapi, saya akan memeberikan penjelasan bahwa kedua sikap itu bukanlah hal yang kontradiktif, tapi hal yang biasa saja.

Ada satu kaidah ilmu mantik yang perlu kita ingat:

الحكم عن الشيء فرع عن تصوره

“Penghukuman kita terhadap sesuatu, tergantung dari konsepsi seperti apa yang kita bangun sejak awal”.

Kaidah ini mungkin sudah sering Anda dapatkan pada tulisan-tulisan saya yang lain. Sederhananya, yang membedakan kedua sikap itu, bukan karena bentuk terma yang ada: “Tidak bisa dilogikakan”. Tapi, makna yang terkandung di sana. Dan makna yang terkandung inilah yang menjadi pondasi dari penghukuman yang dilontarkan oleh seseorang.

Kemudian, ada kaidah lain yang berbunyi:

خلاف الجهة لا يستلزم التعارض

“Perbedaan sudut pandang, tidak meniscayakan kontradiksi”

Perbedaan sudut pandang yang dimaksud adalah perbedaan dari segi pemahaman dari satu terma yang sama. Seperti kasus terma “Tidak bisa dilogikakan” tadi. Di sini ada dua makna atau dua sudut pandang yang ada. Sehingga, jika saya memiliki sikap yang terkesan kontras, perlu dilihat, apakah yang saya sasar adalah satu makna yang sama atau tidak? Jika melihat uraian di atas, saya mengiyakan pemaknaan yang pertama dan menolak untuk pemaknaan kedua. Jelas di sini tidak terjadi kontradiksi.

Kapan kontradiksi terjadi? Jika objek dari penghukuman itu sama (Ittihâd al-maudhȗ’). Artinya, jika saya mengambil dua sikap yang bertolak belakang pada makna yang sama, maka jelas ini kontradiksi. Tapi, kenyataannya tidak.

Sikap

Sebetulnya pemaknaan “Tidak bisa dilogikakan” dengan “Akal tidak bisa memahami haikat Tuhan” sangat cocok untuk masyarakat, apalagi bagi mereka yang tidak mendalami ilmu akidah ini. Sebab, kalau kita membawa permbahasan yang detail ke lapisan masyarakat, itu akan membuat mereka bingung.

Beda halnya dengan berbicara dengan para akademisi yang notabenenya akalnya sudah bisa mencerna hal-hal berat. Mereka cocok diberikan pemaknaan yang kedua, sebab ini akan mengantarkan mereka untuk sampai kepada keimanan yang sangat rasional dan meyakinkan.

Wallahu a’lam



Artikel Sebelumnya

Anakku: Motivator yang Belum Lahir

Artikel Selanjutnya

Muqaddimah Ekonomi Islam

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya
Muqaddimah Ekonomi Islam

Muqaddimah Ekonomi Islam

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.