• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Ilmu Kalam

Enam Kemungkinan yang Meliputi Semesta

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
5 Maret 2024
in Ilmu Kalam
Waktu Baca: 7 menit baca
Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/kantor-bisnis-antik-perunggu-8112199/

Source: https://www.pexels.com/id-id/foto/kantor-bisnis-antik-perunggu-8112199/

Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Pada tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang empat konsep keberadaaan. Dari keempat konsep itu, kita akan mengerucutkan salah satu saja, yakni sesuatu yang butuh kepada al-mukhassish, tapi tidak butuh kepada al-mahal‒dalam hal ini adalah materi.

Kita perlu mencatat beberapa hal seputar materi ini:

Pertama, materi itu hâdits. Artinya, materi itu diliputi oleh kemungkinan.

Kedua, kemungkinan itu bersifat seimbang. Artinya, ketika ada sesuatu yang mungkin ada dan tidak, maka pasti kedua sisi kemungkinan itu memiliki tingkatan seimbang. Sisi kemungkinan ada tidak lebih besar peluangnya daripada sisi kemungkinan tiada. Hal ini sudah kita bahas pada salah satu tulisan (bagian kaidah kedua)

Ketiga, berangkat dari poin kedua, maka yang mengkhususkan kemungkinan itu disebut dengan al-mukhassish.

Yang jadi pertanyaan kemudian, apa saja kemungkinan yang dikhususkan itu? Apakah hanya terbatas pada kemungkinan ada dan tidak?

Anggaplah hari ini Anda pacaran dengan sosok pujaan hati Anda. Apa yang terjadi pada hari ini, menutup kemungkinan pada hari sebelumnya dan memilih salah satu peluang dari beragam peluang yang mungkin terjadi esok hari, bahkan setelah saat ini juga.

Hari ini, Anda bisa saja jalan bersama, nonton bioskop bersama, menyaksikan pemandangan bersama, jajan bersama, dan lain-lain. Tapi, perlu Anda ingat dengan baik, kemungkinan baik atau buruk itu tidak terhalang oleh hukum akal. Misalnya, bisa saja Anda tiba-tiba putus. Bisa saja ketika Anda sudah nge-date, salah satu dari Anda sudah ilfeel. Bisa saja ada yang tiba-tiba pingsan, bahkan‒nauzubillah‒meninggal. Semua yang saya sebutkan dan tidak saya sebutkan, bisa saja terjadi di waktu yang akan datang.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa perhatikan, bahwa orang yang sedang melakukan aktivitas pacaran pada hari itu, mungkin saja statusnya hilang setelah nge-date atau bisa saja setelah nge-date, hubungan pacaran itu terus berlanjut, tapi sifat salah satu dari keduanya, atau kedua-duanya berubah.

Ini berarti, kemungkinan yang meliputi makhluk itu bukan hanya sebatas ada atau tidak ada, tapi ada hal lain. Imam Al-Sanusi (w. 895 H) menyingkat ada enam kemungkinan yang meliputi makhluk.

Kemungkinan Pertama

Kemungkinan ada dan tidak ada. Ini berangkat dari tiga poin di atas. Yang namanya makhluk (atau kita sebut dengan “materi” pada kesempatan lain), pasti memiliki peluang tiada dan awalnya adalah tiada. Oleh karena itu, harus ada yang mengkhususkan atau mengaktualisasikan (tahaqquq)‒jika meminjam diksi para filusuf‒salah satu dari dua kemungkinan tersebut di alam semesta.

Keterealisasian salah satu dari dua kemungkinan dengan adanya al-mukhassish ini jelas logis. Karena jika salah satu kemungkinan terkhususkan atau terberatkan agar terealisasi di alam semesta tanpa ada pemberatnya, maka akan terjadi tarjîh bi lâ murajjih. Kaidah ini sudah kita bahas juga pada salah satu tulisan (bagian kaidah keempat).

Kemungkinan Kedua

Kemungkinan pada ukuran. Ukuran ini memiliki tiga kemungkinan; panjang, sedang, dan pendek. Yang namanya makhluk fisikal, ia pasti memiliki ukuran. Bagaimana yang dimaksud dengan terkhususkannya kemungkinan ukuran ini? Semisal, ketika Anda masih berada di usia belia, Anda memiliki tinggi 60 cm. Saat ini, ketika Anda sudah memasuki umur 20-an, tinggi Anda sudah masuk di tinggi 150-an cm.

Ini berarti, ketika Anda masih berada di usia belia, Tuhan mengkhususkan atau mengaktualkan ukuran tinggi Anda pada 60 cm. Tapi, seiring berjalannya waktu, banyak hal yang terjadi. Anda kemudian sampai di umur 20-an tahun dan tinggi Anda dikhususkan oleh Tuhan menjadi 150-an cm.

Kalau kita tanyakan, apakah mungkin tinggi Anda dikhususkan menjadi 160 cm? Tentu hal tersebut mungkin. Karena kalau kita berbicara murni kemungkinan tanpa melihat aktualisasi yang terjadi di alam semesta, sebetulnya berapa pun tinggi itu, semuanya mungkin. Entah itu 20 cm, 50 cm, bahkan 200 cm, hal tersebut jika ditimbang melalui akal sehat, sah-sah saja terjadi di realitas.  Tapi, ketika kita bicara tentang apa yang terealisasi, hanya satu saja yang terjadi di alam semesta dari ratusan deretan kemungkinan.

Kemungkinan Ketiga

Kemungkinan dalam sifat tertentu (al-shifah al-mu’ayyanah). Ini seperti gerak dan diam, putih dan lawannya, padat dan lawannya, dan lain sebagainya.

Semisal, ada orang yang wajahnya glowing dan putih. Suatu hari, dia punya kesempatan berlibur di pantai siang hari. Dia menikmati liburannya bermain-main di pantai sampai menyelam di bagian dalam laut. Setelah ia liburan, tiba-tiba dia melihat wajahnya menghitam saat bercermin. Ternyata, dia lupa menggunakan sun block.

Kalau kita perhatikan contoh di atas, kita melihat orang itu awalnya putih dan glowing. Tapi, pada waktu yang akan datang, dia kemudian menghitam. Ini berarti, orang tersebut awalnya memiliki “sifat” putih yang melekat pada dirinya, lalu pada bagian mendatang, sifat putih itu hilang pada dirinya, digantikan dengan sifat hitam.

Ketika sifat putih itu masih ada pada dirinya, pada waktu mendatang ada dua kemungkinan, apakah sifat putih itu keaktualannya tetap terjadi atau digeser dengan sifat selain putih‒dalam hal ini, hitam.

Begitu juga sifat lain, seperti berilmu dan lawannya. Bisa saja pada waktu sekarang memiliki ilmu, tapi setelah itu ilmu itu tiba-tiba hilang, entah karena faktor lupa, terbentur lalu hilang ingatan, atau tiba-tiba hilang tanpa adanya sebab ‘adiy. Jika ditanya apakah mungkin, ya mungkin terjadi. Dan seluruh kemungkinan itu berada pada tingkatan yang sama jika merujuk pada kaidah asal.

Namun, perlu dicatat bahwa sifat yang memiliki kemungkinan seperti ini adalah sifat yang tergolong saling berlawanan atau oposisi (muqâbalah) dan kedua sisi sifat tersebut sama-sama mungkin terjadi.

Bagian ini sudah mengeluarkan sifat wajib dan sifat mustahil Tuhan. Sebab, walaupun sifat wajib memiliki lawan (yakni sifat mustahil). Akan tetapi sifat wajib tidak memiliki peluang untuk tiada, sebagaimana sifat mustahil tidak memiliki peluang untuk ada.

Kemungkinan Keempat

Kemungkinan dalam waktu tertentu (al-zamân al-mu’ayyan). Waktu itu memiliki dua unsur besar; keterdahuluan (al-taqaddum) dan keterakhiran (al-ta’akhur).

Misalnya, Anda merencanakan kalau besok pada jam tujuh pagi, bersiap-siap untuk beranjak ke kuliah. Ini adalah rencana pertama Anda. Tapi, jika pada saat itu ada tamu yang datang, maka Anda memiliki rencana cadangan, semisal waktu bersiap-siap ke kuliah itu dipangkas, entah dengan mengorbankan mandi, menggunakan skincare atau semacamnya.

Nah, ketika esok hari sampai, harus ada yang terjadi salah satunya pada jam tujuh pagi. Ketika pukul tujuh pagi tiba, ternyata tamu yang diasumsikan datang, tidak datang. Maka, Anda bersiap-siap ke kuliah. Setengah jam kemudian, ternyata tamu itu datang. Ini di luar rencana.

Dari potongan cerita di atas, kita bisa melihat apa yang terjadi sebelum pukul tujuh pagi, saat pukul tujuh pagi, dan setengah jam setelahnya. Sebelum pukul tujuh pagi, Anda berencana. Saat pukul tujuh pagi, Anda mengira akan menjalankan rencana utama. Setengah jam setelahnya, terjadilah hal yang meleset dari perhitungan Anda.

Jadi, sebelum, saat, dan setelah pukul tujuh pagi, itu terjadi pengkhsusuan kemungkinan. Pengkhususan yang dimaksud, sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Seperti di pukul tujuh pagi, di sana ada ratusan, bahkan miliaran kemungkinan yang terjadi. Bisa saja, bukan yang ada dalam pikiran Anda yang terjadi. Semisal, tiba-tiba terjadi gempa bumi, meteor jatuh, gunung emas muncul depan rumah Anda, dan lain-lain pada pukul tujuh pagi.

Tapi, apakah kemungkinan itu hanya terjadi pada setiap beberapa jam atau menit tertentu? Tidak. Justru pengkhsusuan kemungkian ini terjadi pada setiap satuan terkecil waktu; setiap saat. Tidak ada satu bit waktu pun yang terlepas dari pengkhususan ini. Ini bisa menjadi dasar, bahwa setiap saat Tuhan tidak berhenti menghendaki dan kehendak Tuhan terjadi setiap saat.

Kemungkinan Kelima

Kemungkinan dalam tempat. Yang dimaksud dengan tempat ini, bukan hanya lokasi yang ada di Bumi, tapi pada setiap yang bisa ditempati di seluruh penjuru alam semesta ini. Semisal, Mesir, Al-Khalifa, Amerika, Mars, Galaksi Andromeda, Matahari, asteroid, ujung semesta, dan lain sebagainya.

Semisal, ada orang berencana mengungkapkan rasa cintanya pada pujaan hatinya di Turki. Tapi, karena biaya yang dimiliki belum cukup, terjadilah rencana cadangan bahwa cinta itu diungkapkan saja di Mesir dan seperti itulah yang terjadi di alam nyata. Karena kebetulan dia dan pujaan hatinya berdomisili di Mesir. Biarlah, walimah nanti dilaksanakan di Indonesia.

Kalau kita melihat contoh tersebut, kita bisa fokus ke Mesir sebagai tempat terjadinya aktivitas pengungkapan perasaan. Tapi, kalau kita mau bertanya sekali lagi, mungkinkah orang itu mengungkapkan perasaannya di tempat lain? Jelas, mungkin. Bisa saja cinta itu diungkapkan di atas menara tertinggi di dunia, di atas langit sambil menyaksikan rembulan, dan lain sebagainya. Namun, ketika hal tersebut terjadi di Mesir, saat itu juga kejadian sakral yang mendebarkan itu terkhususkan di Mesir.

Lalu, bagaimana dengan walimah dan akad nikahnya? Di mana pun bisa terjadi. Yang jelas, jika terjadi di Indonesia, itu berarti tempat yang terkhususkan bagi kedua mempelai itu adalah Indonesia. Siapa yang mengkhususkan? Sekali lagi, Tuhan.

Kemungkinan Keenam

Kemungkinan dalam arah. Arah itu ada enam; 1) Atas, 2) Bawah, 3) Kanan, 4) Kiri, 5) Depan, dan 6) Belakang.

Suatu hari, rumah kami kehabisan bahan untuk masak. Kebetulan, ada senior yang baru tinggal di rumah kami. Rumah kami, jauh dari pemukiman orang Indonesia pada umumnya, jadi siapa pun yang baru datang dan tinggal, dia harus mempelajari medan sekitar rumah.

Di saat yang sama, kami mau membeli bahan pokok untuk makan. Tapi, senior tersebut menawarkan diri untuk berjalan ke pasar belanja. Masalahnya, dia tidak tahu, harus ke arah mana untuk sampai di pasar itu. Akhirnya, salah satu teman kami memberitahu bahwa jika ingin ke pasar, maka harus jalan lurus, kemudian belok kanan. Kalau ketemu pertigaan jalan, pilih bagian kanan. Nah, kalau ketemu perempatan, belok kiri. Dan seterusnya.

Di sini, kita melihat beberapa arah yang ditunjukkan, seperti lurus, kanan, dan kiri. Ketika senior itu memilih lurus, alias depan, maka di saat yang sama dia tidak memilih kelima arah lainnya. Tidak mungkin ketika senior itu ke arah depan, di saat yang sama ke arah belakang, kecuali dalam perbedaan perspektif arah yang tidak meniscayakan kontradiksi (Baca: Syarat Kontradiksi).

Begitu juga ketika senior tersebut belok kiri, dia akan menafikan lima arah lainnya, termasuk ketika belok kanan, maka dia menafikan kiri dan empat arah lainnya.

Ketika memilih salah satu dari enam arah tersebut, maka Tuhan mengkhususkan satu arah dan mengangkat lima arah itu dari keteraktualan di alam semesta. Berarti, Tuhan menghendaki arah depan dan tidak menghendaki lima arah lainnya.

Dari deretan kemungkinan tersebut, kita bisa memahami bahwa segala kemungkinan bisa terjadi, baik itu kemungkinan besar, maupun kecil jika ditimbang dengan hukum ‘adiy. Sekecil apapun kemungkinannya, semuanya masih tergolong masuk akal. Tiba-tiba gila, tiba-tiba miskin, tiba-tiba mati, tiba-tiba kaya dan tiba-tiba lainnya itu masih bagian dari kemungkinan kecil yang sering diabaikan manusia, bahkan dianggap tidak mungkin terjadi. Semesta dan segala yang terjadi di dalamnya, tidak ada yang lepas dari kemungkinan. Bahkan, tabiat dasar semesta sendiri adalah mungkin. Buktinya, ia tercipta dari ketiadaan.

Ada yang jauh berkuasa daripada kita untuk merealisasikan dan mengendalikan kemungkinan itu di alam semesta. Dia adalah yang memiliki sifat qudrah, karena sifat itu menciptakan alur takdir dan seluruh kemungkinan dan menghendaki dengan sifat irâdah. Dengan kata lain, kita hanyalah makhluk yang tidak bisa lepas dari ruang kemungkinan yang diciptakan oleh entitas yang terlepas dari kemungkinan; Wâjib Al-Wujȗd.

Wallahu a’lam

Artikel Sebelumnya

Apa itu Al-Maujȗdât Al-Arba’ah?

Artikel Selanjutnya

Tuhan itu Bergerak atau Nganggur?

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya
Tuhan bergerak atau ngangggur?

Tuhan itu Bergerak atau Nganggur?

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.