• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Tulisan Umum

10 Dasar Sebelum Masuk dalam Ilmu Apapun

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
28 Maret 2021
in Tulisan Umum
Waktu Baca: 5 menit baca
Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Dalam khazanah ilmu keislaman, utamanya dalam ranah ilmu rasional, ada sebuah istilah yang dikenal dengan “Al-Mabadi’ Al-‘Asyarah” atau 10 hal-hal mendasar yang harus diketahui sebelum memasuki ilmu apapun.

Ini akan menjadi pengantar sebelum kita memasuki ilmu-ilmu yang akan kita pelajari ke depannya. Pengantar ini berlaku untuk ilmu apapun karena semua. Maka, siapapun yang akan memasuki sebuah ilmu, hendaklah ia mempelajari 10 poin yang sangat mendasar ini.

Seorang Ulama besar yang bernama Imam Muhammad bin Ali Ash-Shabban (beliau dikenal dengan Abu Irfan Al-Mishri), menulis nadzam tentang al-Mabadi’ al-‘Asyarah, dan ini sudah dikenal di banyak kalangan termasuk kalangan para ahli logika. Beliau menyebutkan:

إن مبادي كلّ فنّ عشرة # الحد و الموضوع ثم الثمرة
وفضله و نسبة والواضع # و الاسم الاستمداد حكم الشارع
مسائل و البعض بالبعض اكتفى # و من درى الجميع حاز الشرفا

“Sesungguhnya dasar setiap ilmu itu ada 10, Pertama Al-Hadd (definisi [Ta’rif bil hadd]), Kedua, Al-Maudhu’ (Objek Kajian), Ketiga, Al-Tsamarah (Manfaat mempelajarinya), Keempat, Al-Fadhl (Keutamaan dari ilmu lain), Kelima Al-Nisbah (Keterkaitan dengan ilmu lain), Keenam, Al-Wadhi’ (peletak dasar), Ketujuh, Al-Ism (Penamaan), Kedelapan, Al-Istimdad (Sumber pengambilan), Kesembilan, Al-Hukm Al-Syari’ (Hukum mempelajarinya), Kesepuluh, Al-Masa’il (Masalah yang dibahas). Barangsiapa yang menguasai kesepuluh dasar tersebut, maka akan meraih kemuliaan”.

Setiap poin akan diperinci pada bagian-bagian tersebut:

1. 𝑨𝒍-𝑯𝒂𝒅𝒅 (𝑫𝒆𝒇𝒊𝒏𝒊𝒔𝒊)

Ilmu apapun yang kita pelajari, tentu tidak lepas dari definisi. Karena kita harus tau, apa yang kita sebenarnya pelajari, supaya tidak terkesan seperti orang buta yang berjalan saja tanpa tahu arah perjalanannya. Karena belajar tanpa mengetahui gambaran perjalanannya, maka tak ada ubahnya dengan orang buta. Kita misalnya belajar ilmu logika, kita harus tau apa ilmu logika itu?

Umumnya, definisi itu dibagi menjadi 2:

𝑨. 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊𝒂𝒏 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑩𝒂𝒉𝒂𝒔𝒂

Pengertian ini bermaksud menjelaskan makna kata tertentu sebelum kata tersebut menjadi suatu istilah yang baku. Misalnya kata “manthiq” itu bermakna apa di kalangan orang arab sebelum kata “manthiq” tersebut menjadi satu definisi yang baku? Maka ini tujuan pengertian secara bahasa.

𝑩. 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓𝒕𝒊𝒂𝒏 𝑴𝒆𝒏𝒖𝒓𝒖𝒕 𝑰𝒔𝒕𝒊𝒍𝒂𝒉

Pengertian menurut istilah ini terbagi menjadi dua: 1) Definisi Esensial/Analitik [Ta’rif bi al-Hadd] 2) Definisi Deskriptif [Ta’rif bi al-Rasm].

Kedua jenis definisi inilah digunakan dalam buku-buku. Kebanyakan buku-buku yang diperuntukkan pemula itu, menggunakan definisi deskriptif atau di ilmu logika ini disebut ta’rif bi al-rasm. Karena definisi ini sangat mudah ditangkap oleh seorang pemula. Beda halnya dengan definisi yang satunya; tergolong sangat berat ditangkap oleh pemula.

Misalnya, ilmu logika ini jika didefinisikan menggunakan definisi esensial maka akan berbunyi: “ilmu yang membahas tentang pengetahuan tashawwur dan tashdiq yang di mana keduanya akan mengantarkan kita menuju pengetahuan tashawwur dan tashdiq yang tidak diketahui”.

Ini definisi yang sangat berat ditangkap oleh orang yang baru menyentuh ilmu logika, terkhusus pada kata “tashawwur” dan “tashdiq” yang membutuhkan penjelasan tersendiri supaya orang paham apa yang dimaksud oleh kata tersebut. Maka diberikanlah definisi deskriptif yang mudah dipahami:

“Ilmu yang kalau dipelajari dan diindahkan aturannya, akan menjaga akal kita dari kesalahan berpikir”.

Ini adalah definisi yang ringan dipahami oleh pemula. Dengan kata lain, definisi deskriptif itu selalu disampaikan berdasarkan manfaat mempelajari ilmu tersebut sedangkan definisi esensial, selalu disampaikan berdasarkan objek kajian ilmu tersebut.

2. 𝑨𝒍-𝑴𝒂𝒖𝒅𝒉𝒖’ (𝑶𝒃𝒋𝒆𝒌 𝑲𝒂𝒋𝒊𝒂𝒏)

Setelah kita mengetahui ilmu apa yang kita pelajari, selanjutnya kita harus mengetahui bahwa apa yang akan kita bahas dalam ilmu yang sudah kita ketahui definisinya. Misalnya ilmu hadits (musthalah al-hadits) membahas tentang sanad dan perawi dari segi diterimanya atau ditolak. Maka dengan ini, jelas apa fokus kita dalam ilmu tersebut.

Kadang juga, ada ilmu yang objek kajiannya sama tapi sudut pandang dan fokusnya beda. Semisal “al-kalimah al-‘arabiyyah” (kata-kata bahasa arab), ini bisa menjadi objek kajian ilmu nahwu, bisa juga menjadi kajian ilmu balaghah. Tapi ilmu nahwu fokusnya di perubahan akhir kata, i’rab, ataupun bina’ sedangkan ilmu balaghah fokus kepada makna dan sikon bahasa.

3. 𝑨𝒍-𝑻𝒔𝒂𝒎𝒂𝒓𝒂𝒉 (𝑴𝒂𝒏𝒇𝒂𝒂𝒕)

Setelah kita melewati definisi untuk mencari apa yang sebenarnya kita kaji, objek kajian untuk mengetahui apa yang kita bahas, sekarang kita membahas manfaat dan tujuan kita mempelajari suatu ilmu. Dengan mengetahui poin ini, visi misi kita mempelajari ilmu tersebut jelas.

Misalnya mempelajari ilmu nahwu supaya kita bisa memahami Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahaman yang benar, ilmu balaghah bisa membuat kita paham makna tersirat dari setiap kata dan lain sebagainya.

Dari kesepuluh poin tersebut, tiga poin awal inilah yang wajib kita ketahui. Karena sudah menggambarkan ilmu yang akan kita pelajari secara umum.

4. 𝑨𝒍-𝑭𝒂𝒅𝒉𝒍 (𝑲𝒆𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂𝒂𝒏)

Keutamaan ini lebih fokus membahas tentang keunggulan yang satu-satunya dimiliki oleh ilmu tersebut. Bagian ini juga bisa menjadi motivasi bagi kita dalam mempelajari suatu ilmu. Misalnya ilmu filsafat yang menjadi induknya ilmu. Tidak mungkin ilmu-ilmu yang kita nikmati hari ini seperti nahwu, astronomi, kimia, biologi, dan lain sebagainya nikmati kalau bukan filsafat yang menatanya dengan rapih.

5. 𝑨𝒍-𝑵𝒊𝒔𝒃𝒂𝒉 (𝑲𝒂𝒊𝒕𝒂𝒏 𝒂𝒏𝒕𝒂𝒓 𝑰𝒍𝒎𝒖)

Bagian ini sebenarnya ingin membuat kita menjadi open minded. Tidak kaku pada satu ilmu saja. Dalam artian, antara satu ilmu dengan ilmu lain itu memiliki keterkaitan yang pada akhirnya bertemu pada satu titik. Misalnya psikologi membahas tentang pola pikir. Biologi, membahas tentang unsur yang ada di otak, sedangkan ilmu logika membahas tentang cara kerjanya otak kita. Titik temunya ada di otak.

6. 𝑨𝒍-𝑾𝒂𝒅𝒉 (𝑷𝒆𝒍𝒆𝒕𝒂𝒌 𝑫𝒂𝒔𝒂𝒓)

Sebagai seorang penuntut ilmu, tentu kita harus tau siapa yang menyusun dan menata dengan rapih ilmu tersebut. Supaya ilmu itu melekat lebih dalam dan kita memiliki hubungan dengan sang penyusun, kita bisa mulai dengan mengenalnya. Seperti yang menyusun ilmu psikologi adalah Aristoteles.

7. 𝑨𝒍-𝑰𝒔𝒎 (𝑵𝒂𝒎𝒂)

Setiap ilmu memiliki nama, maka bagian ini biasanya mengungkap kalau ada nama lain dari ilmu yang kita pelajari. Misalnya ilmu psikologi memiliki nama lain yang disebut dengan “ilmu jiwa”.

8. 𝑨𝒍-𝑰𝒔𝒕𝒊𝒎𝒅𝒂𝒅 (𝑺𝒖𝒎𝒃𝒆𝒓 𝑷𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍𝒂𝒏/𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑰𝒍𝒎𝒖)

Kalau kita mempelajari suatu ilmu, alangkah lebih baiknya kalau kita mengetahui asal muasal ilmu tersebut. Maka istimdad ini menjelaskan darimana ilmu tersebut ini muncul. Semisal ilmu logika ini diambil dari akal.

9. 𝑨𝒍-𝑯𝒖𝒌𝒎𝒖 𝒂𝒍-𝑺𝒚𝒂𝒓’𝒊 (𝑯𝒖𝒌𝒖𝒎 𝑴𝒆𝒎𝒑𝒆𝒍𝒂𝒋𝒂𝒓𝒊 𝑰𝒍𝒎𝒖)

Sebagai orang islam, tentunya kita memiliki aturan pada setiap perbuatan kita. Maka bagian inj menjelaskan boleh tidaknya kita mempelajari ilmu tersebut. Karena jangan sampai kita mempelajari suatu ilmu tapi ternyata ilmu tersebut haram karena alasan tertentu. Misalnya, haram terlalu dalam mempelajari ilmu logika (menurut sebagian ulama) karena dulu, ilmu ini terkontaminasi dengan pemikiran dan akidah orang yunani. Mempelajari fikih hukumnya fardhu kifayah ketika sudah ada orang yang mendalami ilmu tersebut dan menjadi fardhu ‘ain ketika tidak ada yang mempelajarinya.

10. 𝑨𝒍-𝑴𝒂𝒔𝒂𝒊𝒍 (𝑴𝒂𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉-𝑴𝒂𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑫𝒊𝒃𝒂𝒉𝒂𝒔)

Pada bagian ini, lebih fokus menjelaskan pembahasan secara keseluruhan. Lebih luas dan detail daripada maudhu’ tadi yang lebih kepada intensitas ilmu yang dibahas. Dengan kata lain, dia hanya membahas bagian pokok atau poin inti ilmu yang menjadi topik pembahasan. Bagian ini akan membahas bahwa ilmu tersebut akan membahas A, B, C, dst pada bab pertama. Lalu bab kedua akan membahas A, B, C, dst. Semisal ilmu logika akan membahas bab tashawwurat yang di dalamnya ada kulliyyah al-khamsah, ta’rif, dst.

Maka dengan menguasai bagian ini lalu kita menerapkan pada ilmu yang akan kita pelajari akan menggambarkan kita dari keseluruhan ilmu tersebut. Dengan kata lain, inilah kerangkanya semua ilmu. Bahkan ada yang mengatakan, barangsiapa yang menguasa bagian ini, maka itu sudah sepertiga dari ilmu yang akan ia pelajari.



Wallahu a’lam

Tags: belajardasaredukasiintipokokpondasi belajar
Artikel Sebelumnya

Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Logika?

Artikel Selanjutnya

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan), Ulama dan Penulis Mumpuni

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan), Ulama dan Penulis Mumpuni

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.