• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Tulisan Umum

Adakah Cara Belajar Paling Efektif?

Muhammad Said Anwar Oleh Muhammad Said Anwar
12 Februari 2022
in Tulisan Umum
Waktu Baca: 3 menit baca
Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Di tengah suguhan narasi tentang efektivitas suatu metode dalam belajar, ada banyak ide-ide yang bermunculan tentang belajar itu sendiri, khususnya dalam hal cara belajar yang efektif. Ada yang bilang belajar itu harus dibaca berulang-ulang, harus tengah malam, harus subuh, setelah olahraga, dan lain sebagainya.

Tapi kalau kita melihat realita sekali lagi, cara-cara yang dianggap paling efektif oleh orang yang menyodorkan ide itu ternyata tidak relevan untuk semua orang. Ada yang suka tenang, ada yang suka kalau sambil jalan, ada yang suka kalau sedang dengar musik, bahkan ada yang suka belajar tidak dengan cara membaca. Sadar atau tidak, di sekitar kita ada orang yang demikian.

Sebelum mengatakan ada atau tidaknya metode itu, kita perlu bertanya “Apa tolak ukur ke-efektif-an dari metode itu?”. Jangan-jangan yang dimaksud dengan efektif itu adalah yang paling banyak digunakan orang kan? Atau ternyata yang dimaksud dengan efektif itu yang disukai guru? Itu perlu kita ketahui dengan baik.

Kalau kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada beberapa makna yang relevan dengan kata ‘efektif’ itu sendiri. Di antara makna-makna itu adalah “ada efeknya” dan “dapat membawa hasil”. Mungkin ada yang menggunakan kata efektif dengan makna yang berbeda, tapi tidak berlaku pada konteks kali ini yang membahas tentang metode belajar. Menurut penulis, kedua makna yang sudah dikutip itu lebih relevan untuk konteks ini. Sebab, ketika kita membahas metode belajar dan menggunakan kata itu, yang kita cari adalah dampak dari metode itu sendiri. Jadi, kalau ada metode yang tidak memberikan dampak atau tidak membuat kita nyaman, itu tidak bisa dikatakan efektif.

Sekarang kita kembali membahas tentang keberadaan metode paling efektif itu, apakah ada? Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak, tergantung sudut pandang seperti apa yang kita gunakan. Jika kita menggunakan sudut pandang objektif alias tidak melihat individual, maka jawabannya tidak. Sebab, tidak ada metode yang ditemukan sampai hari ini yang benar-benar efektif untuk seluruh manusia. Namun, jika kita menggunakan sudut pandnag individual atau subjektif, jawabannya iya. Sebab ada satu atau dua metode yang berlaku untuk orang-orang tertentu yang nyatanya itu efektif bagi dia sendiri.

Melihat kenyataan bahwa tidak ada metode yang benar-benar efektif untuk semua orang di saat yang bersamaan, maka sebagai orang yang ingin belajar efektif haruslah mencari metode yang pas bagi diri masing-masing. Ada mungkin yang belajarnya itu harus sambil jalan kaki, ada yang harus tenang, dan lain sebagainya. Ini sah-sah saja menggunakan cara apapun yang penting kita mendapatkan kenyamanan saat belajar.

Tapi, mungkin ada merasa tidak efektif walaupun merasa nyaman. Maksudnya tidak efektif ini, ya tidak paham-paham walaupun sudah merakan kenyamanan itu. Perlu dicatat baik-baik bahwa yang membuat kita paham, bukan metode atau kecerdasan kita. Sebab orang sekelas Ibnu Sina yang merupakan filusuf, namanya tersohor dari Timur sampai Barat, susah paham tulisan Aristoteles. Bahkan dalam satu riwayat diceritakan bahwa Ibnu Sina itu membaca empat puluh kali dan tidak paham. Akhirnya Ibnu Sina meninggalkan buku itu sampai Al-Farabi datang menjelaskan beliau mengenai isi buku tersebut.

Artinya, yang membuat paham kita adalah Allah Swt., bukan metode ataupun kecerdasan. Allah bisa saja mengizinkan kita paham atau mendatangkan orang yang mengajarkan kita suatu ilmu hingga Allah mengizinkan kita paham saat itu. Terus, kenapa dikatakan di atas memberi kesan seolah metode itulah yang memberikan dampak? Itu maksudnya bukan hakiki, tapi untuk memudahkan pembaca untuk memahami tulisan ini saja. Sama halnya dengan mengatakan “Obat yang menyembuhkan”, maksudnya kita tidak meyakini saat itu bahwa obat yang menyembuhkan, tapi melalui wasilah obat kita bisa sembuh. Dan meminum obat juga itu merupakan ikhtiar kita.

Lantas untuk apa metode kalau Allah yang memahamkan kita? Perlu kita ingat, bahwa Allah memerintahkan kita untuk berusaha, tidak memerintahkan kita untuk memberi dampak atas usaha kita. Buktinya, kita bisa gagal dan rancangan kita tidak sesuai ekspektasi. Itu bukti bahwa kita tidak punya wewenang pada bagian setelah usaha kita. Adapun mencari metode yang paling relate dan paling cocok untuk kita, itu bagian ikhtiar kita.

Selain itu juga, Allah mungkin saja memberikan kita ilmu secara instan tanpa belajar. Ini dikenal dengan ilmu ladunni. Tapi, seberapa besar kemungkinan itu? Perbandingannya sangat jauh. Yang lebih bermaslahat untuk kita adalah berusaha belajar, mencari metode yang paling baik dan cocok untuk kita.

Mungkin juga ada yang ingin bertanya, apa bedanya membahas cara ini dan membahas metode yang sebelumnya penulis bahas. Seperti mengenai urutan kitab atau hal-hal yang berkaitan dengan kurikulum itu. Jawabannya sederhana, tulisan-tulisan sebelumnya membahas mengenai kurikulum atau arah belajar kita. Sedangkan pada tulisan ini, kita terfokus membahas tentang bagaimana cara merealisasikan kurikulum yang sudah kita bentuk awalnya. Kurikulum itu memiliki standar yang sudah ditetapkan oleh para ahli. Sedangkan cara belajar itu tidak memiliki standar mutlak dan absolut, sehingga kita bebas ingin belajar dengan cara apa senyaman mungkin.

Wallahu a’lam

Artikel Sebelumnya

Kita Semua Sedang Syuting

Artikel Selanjutnya

Prosa Intelektual; tentang Kembalinya Jurnalis Amatir

Muhammad Said Anwar

Muhammad Said Anwar

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan. Mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di MI MDIA Taqwa 2006-2013. Kemudian melanjutkan pendidikan SMP di MTs MDIA Taqwa tahun 2013-2016. Juga pernah belajar di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Al-Imam Ashim. Lalu melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MANPK) Kota Makassar tahun 2016-2019. Kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo tahun 2019-2024, Fakultas Ushuluddin, jurusan Akidah-Filsafat. Setelah selesai, ia melanjutkan ke tingkat pascasarjana di universitas dan jurusan yang sama. Pernah aktif menulis Fanspage "Ilmu Logika" di Facebook. Dan sekarang aktif dalam menulis buku. Aktif berorganisasi di Forum Kajian Baiquni (FK-Baiquni) dan menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Bait FK-Baiquni. Menjadi kru dan redaktur ahli di media Wawasan KKS (2020-2022). Juga menjadi anggota Anak Cabang di Organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Pada umur ke-18 tahun, penulis memililki keinginan yang besar untuk mengedukasi banyak orang. Setelah membuat tulisan-tulisan di berbagai tempat, penulis ingin tulisannya mencakup banyak orang dan ingin banyak orang berkontribusi dalam hal pendidikan. Kemudian pada umurnya ke-19 tahun, penulis mendirikan komunitas bernama "Ruang Intelektual" yang bebas memasukkan pengetahuan dan ilmu apa saja; dari siapa saja yang berkompeten. Berminat dengan buku-buku sastra, logika, filsafat, tasawwuf, dan ilmu-ilmu lainnya.

Artikel Selanjutnya
Prosa Intelektual; tentang Kembalinya Jurnalis Amatir

Prosa Intelektual; tentang Kembalinya Jurnalis Amatir

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.