Ada banyak tipe orang di dunia kerja dan akademik diantaranya adalah generalis dan spesialis, mana yang lebih baik? Yuk kita bahas.
Apa itu Generalis dan Spesialis?

Generalis atau dash shaped adalah istilah untuk seseorang yang mampu di banyak bidang tapi tidak mendalaminya, atau hanya menguasai secara umum atau dalam istilah keseharian disebut “hanya mengetahui kulit-kulitnya.”
Contoh seperti seseorang yang pandai nahwu, sharaf, akidah, fikih, hadis, tafsir, dsb. Tapi ia hanya mengetahui dasar dari ilmu-ilmu tersebut, jika ditanya tentang hal spesifik atau yang bersifat detail, belum tentu ia bisa menjawabnya.

Spesialis atau I-Shaped adalah istilah untuk seseorang yang hanya menguasai satu bidang, tapi orang dengan tipe ini tidak bisa menjawab sesuatu diluar keahliannya.
Contoh seseorang yang ahli dalam nahwu dan sharaf. Ketika ditanya tentang apapun seputar ilmu tersebut ia mampu menjawabnya dengan detail, tapi ketika ditanya sesuatu tentang ilmu fikih misalnya, ia tidak tahu menahu.
Dan untuk menjadi pribadi dengan tipe ini seseorang setidaknya perlu menghabiskan kurang lebih 10.000 jam dengan cara yang benar.
Masih banyak yang bingung untuk menjadi yang mana, dikarenakan adanya dilema dan keyakinan masyarakat bahwa kedua hal ini bertentangan.
Keyakinan pertama, generalis tidak akan sukses karena masyarakat dan pasar butuh seorang yang ahli di satu bidang untuk menjadi rujukan.
Keyakinan kedua, spesialis tidak bisa menjadikan seseorang ulama kompeten, karena seorang ulama itu perlu menguasai banyak hal, namun tidak perlu mendalam (generalis), spesialis‒dalam bidang agama misalnya‒”hanya” akan menjadi guru bidang tertentu.
Sebenarnya generalis dan spesialis bukanlah hal yang bertentangan, keduanya dapat digabungkan. Muncullah satu istilah lagi untuk membahasakan gabungan tersebut yaitu T-Shaped.
T-Shaped (T)

T-Shaped adalah istilah untuk seseorang yang ahli dalam satu bidang secara mendalam, tapi ia juga tahu bidang lain secara umum atau seseorang yang punya kemampuan di banyak bidang dan spesialis di salah satu bidang tersebut. Tipe ini adalah gabungan antara generalis dan spesialis.
Contoh seseorang yang ahli dalam bidang fikih yang ditanya tentang hukum apapun ia tahu. Ia juga mengetahui ilmu-ilmu lain seperti akidah, tafsir, hadis, dsb secara umum.
Ada satu tipe lagi dan tipe ini adalah salah satu tipe terbaik di dunia kerja dan akademisi dan hanya bisa diraih oleh orang dengan dedikasi dan disiplin yang tinggi yaitu M-Shaped.
M-Shaped (M)

M-Shaped adalah istilah untuk seseorang yang expert dalam banyak bidang dan tahu bidang lain secara umum atau seseorang yang punya kemampuan di banyak bidang dengan lebih dari satu spesialisasi.
Contohnya, seseorang yang ahli dalam bidang nahwu, sharaf, fikih, dan akidah. Di mana, ia benar-benar menguasai ketiga bidang tersebut dan punya pengetahuan umum di bidang yang lain.
T-Shaped adalah jawaban dari dilema antara generalis dan spesialis, karena T-Shaped merupakan gabungan dari generalis dan spesialis seperti yang telah dibahas sebelumnya, yang dimana seorang T-Shaped ketika ditanya apapun seputar keahliannya ia bisa menjawabnya dengan lugas, tapi ketika ditanya tentang hal lain ia juga tahu.
T-Shaped juga merupakan langkah awal bagi seseorang yang ingin menjadi tipe M-Shaped, karena seseorang yang sudah tau caranya menjadi T-Shaped baik dari cara belajar, cara manajemen waktu, dan cara mempertahankan keahlian, ia akan mudah untuk menguasai hal lain secara mendalam seperti satu keahlian yang telah ia kuasai sebelumnya, yang kemudian menjadikannya sebagai seorang ahli yang menguasai banyak bidang.








