• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Februari 18, 2026
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Tulisan Umum

Konsep Surat An-Nur: Ayat 26, Benarkah Jodoh itu Cerminan Diri Kita?

fachryalhidayah Oleh fachryalhidayah
3 Desember 2021
in Tulisan Umum
Waktu Baca: 3 menit baca
Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

ٱلۡخَبِيثَٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (Q.S. Al-Nur: 26)

Ayat yang terbilang populer di kalangan para sobat hijrah ini seakan menjadi patokan dalam masa pencarian jati diri dan jodoh.

Awalnya kita tahu asbab al-nuzûl ayat ini membahas tentang hadits al-ifki, ketika tersebarnya hoax bahwa Sayyidah Aisyah dituduh berzina dengan Shafwan bin Muaththal. Lalu Allah membantahnya karena orang sebaik Aisyah tidak mungkin mendapatkan hati Rasulullah Saw. jika ia berakhlak buruk.
Kemudian di zaman milenial sekarang, pemahaman mereka berubah seiring dengan maraknya kajian-kajian hijrah, apalagi jika berkenaan masalah jodoh.

Energi yang dihasilkan dari pemahaman seperti ini pun sangat positif, membuatnya semakin berusaha memantaskan diri karena berharap mendapat jodoh yg baik juga. Sebaliknya jika ia berkarakter buruk, jodohnya pun tak beda jauh dari sifatnya.

Anggapan mereka tentang jodoh cerminan diri itu tidak mutlak salah. Namun ada yang keliru dalam memahami maksud ayat di atas. Seakan-akan memiliki makna pendiktean kepada Allah bahwa harus mendatangkan jodoh sesuai yang ia mau. Lebih tepatnya “pemaksaan”.

Bisa saja jika ia baik maka jodohnya baik, tdk menutup kemungkinan pula jika lelakinya baik maka perempuan nya buruk seperti istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh, atau bisa saja lelakinya yg jahat perempuannya baik, seperti Asiyah istri Fir’aun. Bisa jadi orang dengan stigma seperti diatas akan membuatnya bersikap seolah menyalahkan Allah ketika jodohnya tidak sesuai harapannya.

Kemudian, di lanjutan hadis “innama al-a’mâlu…” tertera siapa yang berhijrah karena dunia dan wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada yg ia tuju. Ini mengindikasikan akan pentingnya memperbaiki niat berhijrah (merubah sikap) hanya untuk meraih ridho Allah, bukan untuk dapat jodoh. Sekalipun ia dapatkan jodoh yg baik, tapi apa gunanya jika Allah tak ridho kepadanya dikarenakan niat yg sangat keliru tersebut.

Sebagai kesimpulan, alangkah baiknya sedari awal kita merubah niat bahwa yang kita tuju adalah ridho-Nya, dengan ungkapan itulah sebenarnya yang menjadikan diri kita menjadi lebih baik.  Kemudian menyadari bahwa jodoh itu mutlak pemberian Tuhan, baik dan buruknya itu tidak masalah, kita hanya disuruh menjadi orang baik, bukan mengharapkan jodoh yang baik. Kalau kita sudah baik, maka jika dapatkan jodoh yang baik alhamdulillah, jika jodohnya tidak baik tandanya Allah ingin menguji kesabaran kita dengan berusaha memperbaiki istri yang tidak baik itu. Jika ia tak kunjung membaik, maka sudah pasti dia bukan jodoh terbaik. Hanya Allah yang lebih tau untuk kita mana yang lebih baik.

__________

Ta’liq (Muhammad Said Anwar):

Surah Al-Nur ayat 26 sendiri tidak pernah mengatakan “semua” orang baik berpasangan dengan orang baik. Jadi, ketika ada orang yang berpasangan itu tidak sesuai dengan cerminan, maka ayat Al-Qur’an tidak salah. Sebab, dalam Al-Qur’an sendiri tidak ada janji bahwa jodoh itu sesuai cerminan diri, tapi kalau ada yang seperti itu, ya ada dan ada bukan berarti semua pasti seperti itu bentuknya.

Dalam perspektif ilmu logika, ada namanya indefinite propositon (qadhiyyah mahmûlah). Ketika dikatakan “Anak sekolah itu pintar”, maka bukan berarti anak sekolah itu otomatis semua pintar. Buktinya ada juga yang tidak demikian. Inilah yang dimaksud oleh para logikawan dengan istilah taqarrub juz’iy (lebih dekat dengan partikular). Sama dengan Al-Qur’an, ketika mengatakan “laki-laki yang baik maka berpasangan dengan perempuan yang baik”, maka tidak salah jika ada laki-laki yang tidak baik berpasangan dengan perempuan yang baik, karena Al-Qur’an menggunakan qadhiyyah mahmûlah dan tidak memastikan semua individu yang dihukumi itu kena.

Jadi, ini bisa membantah bagi mereka yang meragukan Al-Qur’an dari segi ini.

Wallahu a’lam

Artikel Sebelumnya

“Alumni Al-Azhar, Tapi Menyimpang?”

Artikel Selanjutnya

Rumah

fachryalhidayah

fachryalhidayah

Bukan siapa-siapa

Artikel Selanjutnya
Rumah

Rumah

ARTIKEL TERKINI

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib
Pemikiran

Turâts dan Realitas; Sorot Syekh Ahmad Thayyib

Dialektika intelektual seputar turâts terus bergulir hingga hari ini, khususnya di dunia Timur Tengah sendiri. Jika kita membayangkan sesuatu yang...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Februari 2026
Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi
Tulisan Umum

Majelis Ilmu dan Salawatan; Syarah Nasihat Syekh Salim Abu ‘Ashi

Beberapa hari terakhir, sejak halaman resmi Facebook Madyafah Al-Syekh Al-‘Adawiy mengunggah video pendek (reels) yang menampilkan nasihat Syekh Salim Abu...

Oleh Muhammad Said Anwar
11 Februari 2026
Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?
Ilmu Kalam

Kalau Tuhan Suci dari Perubahan, Kenapa Dia Berkehendak?

Pertanyaan ini hanya muncul jika sejak awal kita menerima bahwa Tuhan itu suci dari perubahan. Karena ketika Tuhan berkehendak, di...

Oleh Muhammad Said Anwar
10 Februari 2026
Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis
Tulisan Umum

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw. merupakan niat mulia. Bagian dari keinginan dari keinginan kuat dalam mengamalkan...

Oleh Muhammad Said Anwar
18 Januari 2026
Apakah Alam Semesta itu Kekal?
Filsafat

Apakah Alam Semesta itu Kekal?

Perdebatan antara ulama kalam dan filusuf mengenai apakah alam semesta kekal atau tidak, seperti sinar matahari jelasnya. Tidak perlu dipertanyakan...

Oleh Muhammad Said Anwar
17 Januari 2026
Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan
Tasawuf

Brain Rot, Distraksi, dan Fokus Menuju Tuhan

Diverifikasi oleh: Maulana Syekh Bahtiar Nawir Menuju Tuhan adalah cita-cita terbesar, sekaligus utama bagi kita semua. Bukan hanya karena Dia...

Oleh Muhammad Said Anwar
8 Januari 2026

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Pemikiran
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Pemikiran
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.