• Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Rabu, Desember 3, 2025
Ruang Intelektual
  • Login
  • Daftar
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Ruang Intelektual
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Utama Opini

Si Paling Benar

fachryalhidayah Oleh fachryalhidayah
1 Juni 2022
in Opini
Waktu Baca: 2 menit baca
Bagi ke FacebookBagi ke TwitterBagi ke WA

Dia “si paling benar” berbicara dengan lancang bahwa yang benar adalah kita tidak boleh terlambat masuk ke kelas, pelakunya bisa kena sangsi. Ruangan seketika hening mendengar suara sepatu pantopel yang memasuki ruangan rapat OSIS. Dia adalah Pak Hadi (nama samaran) selaku Steering Committee. 

“Ketua kalian ngomong berkoar-koar bahwa kalian itu harusnya tidak terlambat masuk kelas, sekarang saya tanya, apakah kamu benar-benar sudah menjalankan itu? Perasaan kemarin bapak dapatkan kamu telat juga masuk kelas” Kata pak Hadi sambil menatap sinis si ketua.

Pernyataan awal yang dibuat oleh Ketua OSIS tadi, meski benar dan baik, seketika disikapi secara negatif oleh orang-orang yang hadir karena ucapan Pak Hadi. Dari situ pula dia mendapatkan gelar bermacam-macam dari para anggota OSIS lainnya, “Tcih, si paling benar, dasar munafik” dan gelar-gelar lainnya.

Ilustrasi di atas hanyalah sebagai contoh dari realita maraknya kesalahan berpikir. Di kehidupan masyarakat terkadang lebih parah lagi. Ketika ada seseorang mengemukakan pendapatnya, seketika langsung tertolak mentah-mentah hanya karena kepribadian orang itu dianggap tidak layak untuk didengar. Ketidaklayakan itu biasanya bersumber dari perbedaan golongan ataupun karena penilaian yang kurang baik terhadap orang yang menyampaikan pendapatnya itu.

Ini adalah suatu kekeliruan yang sangat besar, yaitu menjatuhkan suatu pandangan dengan cara menjatuhkan kepribadian yang bersangkutan.

Contoh lain adalah ketika satu orang ustadz memberi nasehat tentang wajibnya jilbab bagi wanita, akan tetapi istrinya tak berjiljab. “Ini ustad nyuruh kita berjilbab, giliran isterinya sendiri ga dididik dengan bener” kata salah satu emak-emak yang cacat pikir. Padahal tidak ada hubungannya antara statement beliau yang mengatakan jilbab itu wajib, dan isterinya sendiri yang tidak berjilbab itu, bisa saja dia sudah menasehati namun si isteri masih tertutup hatinya menerima nasehat dari suaminya. Jangankan ustad, beberapa Nabi dan Rasul pun ada saja yang isterinya membangkang.

 

Seharusnya bagaimana?

Jika yang disampaikan orang itu bersandar pada argumen yang kuat, tak perlu kita menunjukkan penolakan dengan menyemburkan kata-kata laknat. Kalaupun penolakan itu perlu, maka balaslah dengan argumen tandingan yang logis. Tak ada urusan dengan kepribadian orang itu. Pandangan orang itu satu hal, kepribadian orang itu hal yang lain. Cacat pikir ini disebut “Argumentum ad hominem” (rujukannya adalah buku Logical Fallacy karya M. Nuruddin)

Cacat pikir jenis ini biasanya dikemas dalam empat hal; pertama, mencela kepribadian. Kedua, menyinggung keadaan/kondisi yang mengitari orang tersebut. Ketiga, menyatakan kata “kamu juga”. Keempat, meracuni sumur (membuat kesan agar orang lain percaya bahwa yang bersangkutan salah).

Tentunya, keempat sikap tersebut sangat dihindari oleh orang-orang bijak. Cara berpikir seperti itu, selain tidak objektif, juga sangat jauh dari nilai akhlak dan etika. Meskipun kata salah satu teman diskusi kami, melakukan evaluasi/perbaikan diri itu ahsan (lebih baik) daripada membiarkan diri kita dinilai buruk oleh orang lain. Apalagi dalam asas dakwah, kepribadian da’i merupakan satu faktor pendukung sampainya dakwah ke hati pendengar, meskipun kita sering mendengar ungkapan “lihatlah apa yang dikatakan, bukan siapa yang mengatakan”.

Terakhir, penulis berpesan untuk diri sendiri dan kepada para pembaca yang budiman, bahwa kita semua sedang berproses menjadi baik, dan setiap proses hendaknya kita saling mendukung dan menasehati satu sama lain, bukan merasa lebih tinggi ataupun menjadi “Si Paling Benar”.

 

Artikel Sebelumnya

Kenapa Kita Ikut-Ikutan?

Artikel Selanjutnya

Efek Samping Kebiasaan Positif

fachryalhidayah

fachryalhidayah

Bukan siapa-siapa

Artikel Selanjutnya
Efek Samping Kebiasaan Positif

Efek Samping Kebiasaan Positif

KATEGORI

  • Adab Al-Bahts
  • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Biografi
  • Filsafat
  • Fisika
  • Ilmu Ekonomi
  • Ilmu Firaq
  • Ilmu Hadits
  • Ilmu Kalam
  • Ilmu Mantik
  • Ilmu Maqulat
  • Karya Sastra
  • Matematika
  • Nahwu
  • Nukat
  • Opini
  • Penjelasan Hadits
  • Prosa Intelektual
  • Sastra Indonesia
  • Sejarah
  • Tasawuf
  • Tulisan Umum
  • Ushul Fiqh

TENTANG

Ruang Intelektual adalah komunitas yang dibuat untuk saling membagi pengetahuan.

  • Tentang Kami
  • Tim Ruang Intelektual
  • Disclaimer
  • Kontak Kami

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Daftar

Buat Akun Baru!

Isi Form Di Bawah Ini Untuk Registrasi

Wajib Isi Log In

Pulihkan Sandi Anda

Silahkan Masukkan Username dan Email Anda

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Ilmu Bahasa Arab
    • Nahwu
    • Sharaf
    • Balaghah
    • ‘Arudh
    • Qafiyah
    • Fiqh Lughah
    • Wadh’i
  • Ilmu Rasional
    • Ilmu Mantik
    • Ilmu Maqulat
    • Adab Al-Bahts
    • Al-‘Umȗr Al-‘Ammah
  • Ilmu Alat
    • Ulumul Qur’an
    • Ilmu Hadits
    • Ushul Fiqh
  • Ilmu Maqashid
    • Ilmu Kalam
    • Ilmu Firaq
    • Filsafat
    • Fiqh Syafi’i
    • Tasawuf
  • Ilmu Umum
    • Astronomi
    • Bahasa Inggris
    • Fisika
    • Matematika
    • Psikologi
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
  • Nukat
    • Kitab Mawaqif
  • Lainnya
    • Biografi
    • Penjelasan Hadits
    • Tulisan Umum
    • Prosa Intelektual
    • Karya Sastra
    • Ringkasan Buku
    • Opini
    • Koleksi Buku & File PDF
    • Video

© 2021 Ruang Intelektual - Mari Berbagi Pengetahuan.